Beranda / Kesehatan / Waspada Sindrom Brugada, Gangguan Jantung yang Bisa Terjadi Saat Tidur

Waspada Sindrom Brugada, Gangguan Jantung yang Bisa Terjadi Saat Tidur

Sindrom Brugada

Kematian mendadak saat tidur sering membuat orang takut. Salah satu penyebabnya adalah Sindrom Brugada, gangguan irama jantung berisiko tinggi yang muncul tiba-tiba. Dengan mengetahui gejala, penyebab, dan cara deteksinya, Anda bisa melindungi diri dan keluarga.


Apa Itu Sindrom Brugada?

Sindrom Brugada merupakan kelainan ritme jantung atau aritmia yang jarang terjadi, tetapi berbahaya. Gangguan ini muncul karena irama jantung menjadi tidak teratur dari dinding bawah jantung.

Dokter mendeteksi Sindrom Brugada melalui pemeriksaan berikut:

  • Elektrokardiogram (EKG)

  • Holter EKG portabel selama 24–48 jam

  • Pemeriksaan darah atau air liur

Artikel terkait: Cara Menjaga Kesehatan Jantung di Usia Muda

Artikel lainya di website ini: “Prabowo Bagikan 2.000 Becak Listrik Pakai Dana Pribadi, GSN Beberkan Target Baru


Penyebab Sindrom Brugada

Jantung berdetak karena sinyal listrik dari sel khusus di dinding kanan atas jantung. Pada penderita Sindrom Brugada, saluran listrik (ion channel) bekerja tidak normal, sehingga detak jantung menjadi cepat dan kacau.

Akibatnya, jantung gagal memompa darah secara maksimal, yang bisa menyebabkan pingsan atau kematian mendadak.

Beberapa faktor pemicu termasuk:

  1. Masalah struktural pada jantung yang sulit dideteksi

  2. Ketidakseimbangan elektrolit, seperti sodium dan kalium

  3. Penggunaan obat tertentu atau kokain


Gejalanya

Penderita sering tidak merasakan gejala, sehingga kematian jantung mendadak bisa terjadi, terutama saat tidur karena saraf vagus lebih aktif di malam hari.

Namun, gejala yang mungkin muncul meliputi:

  • Pusing atau vertigo

  • Pingsan mendadak

  • Kesulitan bernapas di malam hari

  • Palpitasi atau detak jantung tidak teratur

  • Detak jantung sangat cepat dan kacau

  • Kejang


Cara Deteksi dan Pencegahan

Anda dapat mendeteksi Sindrom Brugada lebih dini dengan langkah-langkah berikut:

  • Melakukan pemeriksaan EKG rutin, terutama jika ada riwayat keluarga dengan kematian mendadak

  • Menghindari obat-obatan yang memicu aritmia

  • Menjaga keseimbangan elektrolit melalui pola makan sehat

  • Rutin berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung


Kesimpulan: Jangan Abaikan Risikonya

Sindrom Brugada bisa menyerang kapan saja, termasuk saat tidur. Penderita mungkin tidak menyadari gejalanya, sehingga pemeriksaan rutin dan pemahaman tanda-tanda awal menjadi penting.

Dengan deteksi dini dan gaya hidup sehat, risiko kematian mendadak dapat ditekan. Segera konsultasikan ke dokter jika Anda merasakan palpitasi, pingsan, atau detak jantung kacau.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *