Snack Viral di Media Sosial
Media sosial ramai membicarakan snack bernama Flying Choco. Penjual mengklaim snack cokelat kecil ini membuat orang yang memakannya merasa terbang dan rileks. Selain itu, penjual menegaskan semua bahan menggunakan rempah dapur.
Di TikTok, banyak pengguna menunjukkan Flying Choco dalam video mereka. Mereka memperlihatkan satu gigit bisa habis dan menghasilkan sensasi berbeda. Klaim tersebut memicu kekhawatiran publik tentang kemungkinan kandungan zat berbahaya atau narkotika.
BNN Menjelaskan Tentang Flying Choco
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Suyudi Ario Seto, menjelaskan bahwa Flying Choco adalah cokelat dengan bumbu khusus. Ia menyebut snack ini dikonsumsi bersama teman dan menimbulkan sensasi relaksasi atau “terbang” secara psikologis.
“Frasa ‘terbang’ hanya slang untuk menggambarkan peningkatan mood, rasa bahagia berlebih, atau ketenangan mendalam. Efek ini mirip hormon serotonin dan endorfin dalam cokelat, yang kami perkuat dengan bahan tambahan tertentu,” ujar Suyudi.
Selain itu, Suyudi menambahkan tren ini muncul di Instagram dan TikTok sejak Januari 2026, dengan tagar #flyingchoco dan #rempahnoesantara.
Pemeriksaan Keamanan Snack Tetap Penting
Karena klaim “terbang” terdengar ekstrem, BNN menegaskan pentingnya uji ilmiah. Laboratorium harus memastikan Flying Choco tidak mengandung narkotika, psikotropika, atau bahan adiktif lain.
“BNN akan bekerja sama dengan BPOM dan aparat penegak hukum jika timbul indikasi pelanggaran atau penggunaan bahan terlarang,” tegas Suyudi.
Tetap Waspada dan Konsumsi Bijak
Masyarakat harus tetap bijak mengonsumsi snack ini. Walaupun bahan-bahannya alami, klaim sensasi “terbang” membuat pemeriksaan keamanan secara resmi menjadi penting. Orang tua dan remaja diimbau tetap kritis dan tidak mudah terpengaruh tren viral.






