Prabowo beri becak listrik menjadi salah satu program sosial yang menarik perhatian publik dalam beberapa hari terakhir. Program ini menyasar tukang becak lanjut usia yang membutuhkan kendaraan yang lebih ringan dan efisien agar tetap bisa bekerja tanpa mengandalkan tenaga fisik secara penuh.
Program bantuan tersebut muncul setelah Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk membagikan lebih dari 2.000 becak listrik memakai dana pribadinya. Langkah ini langsung menimbulkan respons positif karena menyentuh kelompok masyarakat yang selama ini bekerja dengan kondisi fisik terbatas.
Prabowo Beri Becak Listrik Memakai Dana Pribadi
Wakil Ketua GSN, Nanik Sudaryati Deyang, menjelaskan bahwa Prabowo mendanai sendiri seluruh program tahap awal ini. Menurutnya, GSN sudah menyalurkan 2.303 becak listrik kepada tukang becak lansia yang tersebar di berbagai kota di Pulau Jawa.
Nanik menegaskan bahwa tim GSN terus bergerak di lapangan untuk mendata penerima dan memastikan distribusi berlangsung cepat. Ia menilai bantuan ini memberi dampak nyata karena para penerima langsung merasakan perbedaan saat bekerja.
baca berita lainnya “Prabowo Tinjau Kapal HMAS Canberra Didampingi PM Albanese“
Pendapatan Tukang Becak Naik Setelah Terima Becak Listrik
Para penerima manfaat mengaku lebih mudah menjalankan pekerjaan sejak menggunakan becak listrik. Mereka tidak lagi mengandalkan tenaga kaki sepenuhnya dan mampu melayani lebih banyak penumpang dalam sehari.
Nanik mengungkapkan bahwa banyak tukang becak kini meraih pemasukan hingga tiga kali lipat setelah menerima bantuan tersebut. Perubahan ini menunjukkan bahwa program tersebut tidak hanya memberi kendaraan, tetapi juga meningkatkan penghasilan secara langsung.
GSN Targetkan Distribusi 5.000 Becak Listrik
Tahap awal program Prabowo beri becak listrik baru mencakup sekitar 2.300 unit, namun GSN sudah menargetkan penyaluran 5.000 becak listrik hingga akhir tahun. Untuk mengejar target tersebut, PT LEN dan PT Pindad terus mempercepat proses produksi.
LEN menyiapkan 1.000 unit, sedangkan Pindad memproduksi 10.000 unit. Karena model becak listrik ini menjadi yang pertama di dunia, proses penyempurnaan desain masih berlangsung, tetapi GSN yakin target dapat tercapai tepat waktu.
Distribusi Siap Meluas ke Luar Pulau Jawa
Setelah distribusi tahap pertama berjalan lancar, GSN mulai membuka pendataan di berbagai wilayah di luar Jawa. Lansia tetap menjadi prioritas utama, terutama mereka yang masih bekerja untuk memenuhi kebutuhan harian.
Nanik menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat meningkat tajam dan banyak daerah mulai meminta alokasi bantuan tambahan. Ia percaya bahwa perluasan ini akan memperluas dampak sosial dan membantu lebih banyak pekerja kecil mendapatkan kesempatan yang lebih baik.






