Presiden Prabowo Subianto meninjau Kapal HMAS Canberra, kapal perang terbesar milik Angkatan Laut Australia. Kunjungan resmi ini berlangsung di Garden Island Naval Base, Sydney, dan menjadi salah satu agenda penting dalam lawatan bilateralnya ke Australia.
Prabowo tidak datang sendiri. Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, turut mendampingi selama kunjungan tersebut. Momen ini memperlihatkan semakin eratnya hubungan kedua negara, terutama di bidang pertahanan dan keamanan kawasan.
Sambutan Hangat dari PM Australia dan Angkatan Laut
Setibanya di pangkalan militer, Prabowo menerima sambutan langsung dari PM Albanese, Menteri Pertahanan Australia Richard Marles, serta Kepala Staf Angkatan Laut Australia, Laksamana Madya Mark Hammond.
Sesaat setelah turun dari kendaraan, Prabowo berjalan menuju dek utama kapal. Di sana, pasukan jajar kehormatan menyambutnya dengan penuh hormat. Lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Advance Australia Fair pun mengiringi langkahnya, menambah suasana khidmat dan penuh makna.
Sambutan ini menjadi bukti bahwa Australia menaruh rasa hormat tinggi terhadap Indonesia, terutama setelah keduanya berkomitmen memperkuat kerja sama militer dan kemanusiaan.
Meninjau Kapal Perang Terbesar Australia
Prabowo memulai peninjauan dari dek utama HMAS Canberra. Ia memperhatikan deretan kendaraan taktis dan alutsista amfibi yang menjadi andalan kapal tersebut. Selama kunjungan, Prabowo mendengarkan penjelasan detail mengenai kemampuan kapal dalam operasi militer, logistik, hingga misi kemanusiaan internasional.
Selain itu, PM Albanese juga memperlihatkan bagaimana kapal raksasa ini mampu membawa lebih dari seribu pasukan dan puluhan helikopter tempur. Menurut pejabat Angkatan Laut Australia, HMAS Canberra juga berfungsi sebagai pusat komando terapung dalam operasi gabungan antarnegara.
“Kapal ini menunjukkan kemampuan Australia dalam operasi amfibi dan kemanusiaan. Kami ingin berbagi pengalaman dengan Indonesia,” ujar PM Albanese.
Baca berita lainnya :”Trump Bantah Isu AS Akan Serbu Venezuel“
Fokus pada Kolaborasi Pertahanan dan Teknologi
Setelah meninjau dek pertama, Prabowo melanjutkan perjalanan ke hanggar helikopter Seahawk di dek kedua. Di sana, ia memperhatikan bagaimana sistem operasi udara kapal bekerja mendukung misi patroli dan penyelamatan laut.
Kemudian, kedua pemimpin negara ini berbicara mengenai penguatan kerja sama pertahanan dan transfer teknologi militer. Prabowo menegaskan bahwa Indonesia siap memperdalam kolaborasi strategis, terutama dalam bidang produksi bersama dan pelatihan pasukan gabungan.
“Kunjungan ini menjadi simbol kepercayaan antara Indonesia dan Australia. Kita ingin memperkuat keamanan di kawasan Indo-Pasifik,” kata Prabowo.
Sementara itu, PM Albanese menilai hubungan pertahanan Indonesia–Australia semakin kokoh dan saling menguntungkan. Ia juga berharap kerja sama ini dapat membantu menjaga stabilitas kawasan yang dinamis.
Prabowo Apresiasi Sambutan Pemerintah Australia
Selesai meninjau seluruh bagian kapal, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Australia atas sambutan yang hangat. Ia menilai kunjungan ini tidak hanya memperkuat hubungan diplomatik, tetapi juga memperdalam kerja sama nyata antar militer.
“Saya berterima kasih atas sambutan luar biasa dari PM Albanese dan seluruh jajaran militer Australia. Indonesia akan terus menjaga hubungan persahabatan ini,” ujar Prabowo dalam pernyataan bersama.
Selain itu, kedua pemimpin menandatangani nota kesepahaman baru tentang kerja sama di bidang keamanan laut dan pelatihan gabungan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat stabilitas kawasan Indo-Pasifik.
Simbol Kedekatan Dua Negara di Bidang Pertahanan
Kunjungan Prabowo ke HMAS Canberra menjadi simbol kedekatan strategis antara Indonesia dan Australia. Melalui kolaborasi pertahanan, kedua negara ingin memastikan kawasan tetap aman dan bebas dari potensi konflik.
Di sisi lain, Australia membuka peluang bagi Indonesia untuk ikut serta dalam program pertukaran teknologi dan pelatihan militer tingkat lanjut. Kerja sama ini akan memperkuat daya saing Indonesia dalam menghadapi tantangan global.
Akhirnya, kunjungan ini menandai babak baru hubungan bilateral antara dua negara tetangga yang sama-sama berkomitmen menjaga perdamaian regional.






