Beranda / Berita Politik / Trump Bantah Isu AS Akan Serbu Venezuel

Trump Bantah Isu AS Akan Serbu Venezuel

Trump bantah serbu Venezuela

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela meningkat tajam setelah laporan tentang pengerahan militer besar-besaran di Karibia. Namun, Donald Trump langsung membantah isu serangan AS ke Venezuela dan menegaskan bahwa Washington tidak punya rencana menyerang Caracas.


AS Perkuat Militer di Karibia

Amerika Serikat mengirim delapan kapal perang Angkatan Laut serta pesawat tempur siluman F-35 ke Puerto Riko. Selain itu, kapal induk juga bergerak ke kawasan Karibia. Pemerintah menyebut langkah ini sebagai upaya untuk memberantas perdagangan narkoba internasional.

Meskipun begitu, banyak pihak di Venezuela menilai langkah tersebut sebagai upaya provokasi militer. Mereka menuduh Washington sedang menyiapkan operasi militer rahasia.


Jawaban Tegas Trump Soal Isu Serangan

Ketika wartawan menanyai Trump di pesawat kepresidenan Air Force One, ia menjawab singkat dan tegas:

“Tidak.”

Pernyataan itu langsung membantah isu bahwa Amerika Serikat berencana menyerang Venezuela.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan hal serupa di media sosial X. Ia menyebut laporan media tentang kesiapan serangan militer sebagai kabar palsu.

“Sumber Anda menipu Anda untuk menulis berita palsu,” tulis Rubio.

Baca juga : “Laki-Laki di Bandung Suruh Sahabat Aniaya HRD Pabrik Usai Dipecat


Operasi Laut AS Picu Ketegangan

Sejak awal September, militer AS meluncurkan operasi laut di Karibia dan Pasifik Timur. Dalam operasi itu, pasukan AS menghancurkan 14 kapal penyelundup narkoba dan menewaskan 62 orang.

Washington menilai operasi tersebut penting untuk melindungi keamanan nasional. Namun, para pengamat memperingatkan bahwa operasi itu berisiko memperkeruh hubungan antara Washington dan Caracas.


Venezuela Tuding CIA Rancang Provokasi

Pemerintah Venezuela mengklaim berhasil menggagalkan operasi rahasia CIA yang bertujuan memicu konflik di Karibia. Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello menyebut pihaknya menangkap empat orang yang diduga terlibat dalam rencana menyerang kapal perang AS, USS Gravely, di Trinidad dan Tobago.

“Mereka berencana menyerang USS Gravely dan menyalahkan Venezuela,” ujar Cabello.

Menurut Caracas, serangan tersebut merupakan pembedahan bendera palsu (false flag) yang dirancang untuk menciptakan dalih perang.


Situasi Regional Kian Tegang

Kehadiran kapal perang AS di dekat perairan Venezuela membuat situasi Karibia semakin panas. Di sisi lain, Washington tetap bersikeras bahwa pengerahan militer itu semata-mata untuk menjaga stabilitas kawasan dan bukan bentuk ancaman.

Meskipun kedua pihak saling menuduh, Trump menegaskan bahwa gencatan diplomatik akan tetap dijaga dan konflik terbuka tidak akan terjadi.

“Tidak ada yang akan membahayakan stabilitas di kawasan ini,” ujar Trump menenangkan situasi.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *